Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Natal-Lupakanlah dirimu - Arahkan Hatimu Kepada-Nya

Rabu, 24 Desember 2025 | Desember 24, 2025 WIB Last Updated 2025-12-24T13:14:18Z





Beny Takumau 


Realitas hidup menunjukkan bahwa momen Natal tdk pernah dirayakan dalam keadaan yg sama oleh setiap orang. Ada yg menyambut Natal dengan sukacita karena keadaan sedang berpihak. Ada pula yg merayakannya di tengah berbagai pergumulan. Ada yg untuk pertama kalinya menjalani Natal tanpa orang terkasih, ada yg sedang menghadapi masalah hidup yg berat, dan ada juga yg sedang berada dalam masa yg terasa baik-baik saja. Semua realitas itu nyata dan tdk bisa disamaratakan.


Namun Natal tdk pernah menjadikan keadaan sebagai ukuran utama sukacita.



Dalam ibadah Minggu kemarin, ketika lagu PKJ 13 – “Kita Masuk Rumah-Nya” dinyanyikan sebagai lagu pembuka, satu kalimat sederhana mengarahkan kembali pusat perenungan: "lupakanlah dirimu, arahkanlah hatimu kepada-Nya" . Kalimat ini mengingatkan bahwa Natal bukanlah momen untuk berputar-putar pada diri dan keadaan, melainkan undangan untuk mengalihkan pusat hidup kepada Kristus.



Sebab sukacita sejati tdk lahir karena hidup sedang mudah, masalah terselesaikan, atau keadaan sedang menguntungkan. Sukacita sejati lahir ketika kita berhenti menjadikan diri sebagai pusat, dan mulai memandang kepada apa yg telah Allah kerjakan. Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa yg paling mengerikan dlm hidup manusia bukanlah penderitaan atau kehilangan, melainkan dosa, dan konsekuensi dosa itu adalah maut (Roma 6:23).



Dan justru untuk menghadapi kenyataan itulah, Kristus datang. Ia yg ada dalam rupa Allah rela mengosongkan diri-Nya, menjadi sama dengan manusia, bahkan taat sampai mati—mati di kayu salib (Filipi 2:6–8). Natal adalah awal dari kerelaan itu. Sang Mahamulia memilih jalan kerendahan demi menanggung konsekuensi dosa manusia.



Karena itu, dalam keadaan apa pun, tdk ada alasan bagi kita untuk tdk bersukacita. Bukan karena hidup selalu baik-baik saja, tetapi karena yg paling mengerikan telah diselesaikan oleh Kristus. Dosa telah ditanggung, maut telah dikalahkan, dan kasih karunia telah dinyatakan.



Sobat sekalian, lupakanlah dirimu. Sukacita sejati tdk lahir karena keadaan, melainkan karena Injil. Natal memanggil kita keluar dari diri, dan masuk ke dalam sukacita yg berakar pada kasih karunia Allah.



Ahirnya, kami dari veritasinspirasi.com mengucapkan Selamat Merayakan Natal 2025. Kiranya Injil kasih karunia sungguh cukup bagi kita untuk bersukacita, kini dan seterusnya, dalam keadaan apa pun.


Soli Deo Gloria 

×
Berita Terbaru Update