-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

KEBENCIAN MENGHANCURKAN ANDA

Jumat, 20 Maret 2026 | Maret 20, 2026 WIB Last Updated 2026-03-20T12:03:51Z

Oleh Ronie Bala



Saya menuliskan tentang “Kebencian, Kesuksesan, Kebahagiaan, dan Kepuasan”.


Kadang kita merasa, membenci itu wajar.Kita disakiti, dikecewakan, dilukai… lalu hati kita menolak menerima itu semua,saya juga mengerti perasaan itu.


Tidak mudah untuk langsung baik-baik saja ketika hati sedang sakit.Tapi ada satu hal yang sering tidak kita sadari,bahwa sejak kita mulai menyimpan kebencian…


Sejak itu juga kita mulai membawa beban di dalam diri kita sendiri,awalnya mungkin hanya ingat kejadian itu,lalu mulai dipikirkan berulang-ulang,lalu hati jadi panas setiap kali mengingatnya,dan anehnya, orang yang kita benci itu mungkin sudah menjalani hidupnya seperti biasa…tapi kita masih terikat pada satu kejadian yang sama.


Seringkali kita berpikir, orang yang membenci kita itu karena kita punya kelebihan,mereka membandingkan diri, lalu muncul rasa tidak puas dalam dirinya.

Itu bisa saja benar.

Tapi kalau kita jujur, kita pun bisa jatuh di tempat yang sama.kita juga bisa membenci…bukan hanya karena disakiti,tapi karena kita tidak terima,tidak terima diperlakukan seperti itu.l,tidak terima direndahkan,tidak terima kenyataan yang terjadi,di situlah kebencian mulai tinggal dalam diri kita.


Dan kebencian itu tidak diam.Ia bekerja pelan-pelan,seperti racun yang diminum sedikit demi sedikit,tidak langsung terasa, tapi perlahan-lahan pasti merusak,atau seperti air yang tergenang,awal terlihat biasa saja,tapi lama-lama menjadi keruh, berbau, dan merusak tempatnya sendiri.


Begitu juga hati kita.Semakin lama kebencian disimpan,semakin ia memengaruhi cara kita melihat hidup.


Kita jadi lebih mudah curiga,lebih cepat tersinggung,lebih sulit percaya,bahkan kadang, hal kecil pun terasa besar…bukan karena masalahnya besar,tapi karena hati kita sudah penuh.


Banyak orang tidak menyadari,bahwa apa yang ada di dalam pikiran dan hati, bisa memengaruhi kondisi tubuh.


Hidup jadi tidak tenang,pikiran tidak jernih,bahkan tubuh ikut merasakan dampaknya,padahal, kesehatan itu penting,dengan tubuh dan pikiran yang sehat, hidup bisa dijalani dengan lebih baik.


Seperti ungkapan: Mens sana in corpore sano,di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat.


Kalau hati kita mulai dibersihkan,pelan-pelan hidup juga ikut berubah,kita mulai bisa melihat dengan lebih jernih,mulai bisa menerima,mulai bisa melepaskan,dari situ muncul kebahagiaan.


Bukan karena semua masalah selesai,tapi karena kita tidak lagi dikuasai oleh apa yang kita simpan,dan dari kebahagiaan itu, lahir kepuasan,kita tidak lagi mudah goyah,tidak lagi terlalu bergantung pada apa yang orang lain lakukan terhadap kita.


Di titik itu, hidup jadi lebih tenang.Dan tanpa kita kejar terlalu keras, kesuksesan pun lebih mudah mengikuti.


Tapi sebenarnya, hidup ini bukan hanya soal sukses dan bahagia.Lebih dalam dari itu, ada kepuasan dalam diri…kepuasan hati, pikiran, dan jiwa,dan semua itu tidak akan pernah kita rasakan,selama kita masih memelihara kebencian.

Karena pada akhirnya…kita pikir kita sedang menyimpan kebencian untuk orang lain,padahal sebenarnya…kita sedang menyimpannya di dalam diri kita sendiri.

Dan yang paling lama merasakannya…bukan mereka,tapi kita.



Ada sebuah kalimat hikmat yang berkata:

Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.” (Amsal 17:22)


Kalimat ini mengingatkan kita, bahwa apa yang kita pelihara di dalam hati, akan berdampak pada seluruh hidup kita.


Kebencian tidak hanya melukai batin, tetapi perlahan juga melemahkan kehidupan kita dari dalam,karena itu, sebelum semuanya menjadi semakin dalam,belajarlah untuk melepaskan.


Semoga tulisan ini bisa menginspirasi setiap pembaca.


Salam.





1 komentar:

×
Berita Terbaru Update